Telaga Kahuripan Raih Penghargaan Sustainable Township Award Kategori Residential Waste Collecting Program di IGBF 2026
Telaga Kahuripan kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan meraih penghargaan pada kategori Sustainable Township Award untuk Residential Waste Collecting Program, dalam ajang Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 yang diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) pada 3 September 2026 di Jakarta. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pengelolaan sampah yang telah dijalankan secara konsisten di kawasan Telaga Kahuripan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Dalam gelaran IGBF 2026, GBCI menegaskan pentingnya bangunan dan kawasan hunian masa depan untuk memiliki resiliensi, efisiensi, serta mampu menciptakan peluang-peluang baru guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2060. Semangat tersebut sejalan dengan arah pengembangan Telaga Kahuripan sebagai kawasan township yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan hunian, tetapi juga pada tanggung jawab jangka panjang terhadap lingkungan.
Sejalan dengan Semangat "Kembali ke Alam Indonesia"
Pencapaian ini tak lepas dari tagline yang selama ini menjadi napas dari Telaga Kahuripan, yaitu "Kembali ke Alam Indonesia". Filosofi tersebut diwujudkan bukan hanya lewat penataan lanskap hijau dan danau-danau alami di kawasan seluas 750 hektare ini, tetapi juga lewat sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dari hulu ke hilir. Bagi Telaga Kahuripan, kembali ke alam berarti memastikan aktivitas penghuni sehari-hari tidak membebani lingkungan sekitar, termasuk dalam hal bagaimana sampah rumah tangga dikelola.
Kolaborasi Strategis Bersama Waste4Change
Penghargaan Residential Waste Collecting Program ini juga tidak terlepas dari kolaborasi strategis Telaga Kahuripan dengan Waste4Change yang telah terjalin sejak 2021. Melalui kerja sama ini, dibangun Rumah Pemulihan Material (RPM) seluas lebih dari 2.000 meter persegi di kawasan Telaga Kahuripan, yang diresmikan pada akhir 2022.
Program ini lahir dari kebutuhan nyata. Berdasarkan data awal kerja sama, sekitar 1.100 kepala keluarga penghuni Telaga Kahuripan menghasilkan timbulan sampah sekitar 1,1 ton per hari, atau lebih dari 400 ton dalam setahun. Melalui sistem pemilahan dan pengelolaan yang terintegrasi bersama Waste4Change, sebagian besar sampah non-organik kini dapat dipulihkan nilainya, sekaligus menekan jumlah sampah residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem hunian yang benar-benar selaras dengan alam, sesuai dengan semangat yang diusung Telaga Kahuripan sejak awal.
Komitmen Berkelanjutan ke Depan
Diraihnya penghargaan Sustainable Township Award di IGBF 2026 menjadi motivasi bagi Telaga Kahuripan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan hunian yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Ke depan, Telaga Kahuripan bersama Waste4Change berkomitmen untuk terus memperluas cakupan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di seluruh kawasan, sejalan dengan visi besar menjadikan Telaga Kahuripan sebagai rumah masa kini yang benar-benar kembali ke alam Indonesia, untuk keluarga masa depan.